Selasa, 12 April 2016

Perbedaan Perintah Dasar Linux di Ubuntu dan Debian

Perintah – Perintah Dasar Terminal Linux Beserta Fungsinya


Perintah – Perintah Dasar Terminal Linux Beserta Fungsinya – Semakin lama, semakin banyak para pengguna komputer yang menjadikan Linux sebagai Sistem Operasi utamanya. Selain sifatnya yang open source, ternyata sistem operasi Linux ini juga lebih banyak menuntut kita untuk terus mempelajarinya. Bahkan saat ini, Linux sudah mulai memasuki dunia pendidikan. Yang dengan demikian, perkembangan pengguna Linux bisa sangat banyak.
Perintah - Perintah Dasar Terminal Linux Beserta Fungsinya
Untuk itu, tidak ada salahnya bila kita juga mempelajari sistem operasi yang satu ini. Karena Linux identik dengan penggunaan console terminal yang mengharuskan kita menghafal perintah-perintah yang ada. Ya, meski saat ini sudah banyak Linux yang memiliki versi GUI (Grapichal User Interface), tetapi tetap saja yang namanya Linux itu identik dengan penggunaan perintah-perintah dasar di terminal.
Berikut saya coba tuliskan beberapa perintah dasar yang ada di Linux.
cd
fungsi: digunakan untuk berpindah ke direktori lain.

chmod
fungsi: digunakan untuk mengatur hak akses suatu file atau direktori

clear
fungsi: digunakan untuk membersihkan seluruh layar terminal
cp
fungsi: digunakan untuk menyalin sebuah file
date
fungsi: digunakan untuk menampilkan tanggal dan waktu

halt
fungsi: digunakan untuk mematikan sistem

history
fungsi: digunakan untuk melihat perintah apa saja yang telah digunakan

ifconfig
fungsi: digunakan untuk melihat informasi pada kartu jaringan, seperti IP address, Mac address, dan lain-lain.
ls
fungsi: digunakan untuk melihat isi dari suatu direktori
mkdir
fungsi: digunakan untuk membuat direktori baru.

mv
fungsi: untuk memindahkan file, bisa juga untuk merubah nama sebuah file.

nano
fungsi: digunakan untuk text editor
passwd
fungsi: digunakan untuk menggunakan password

pwd
fungsi: digunakan untuk menampilkan nama direktori dimana Anda sedang berada

reboot
fungsi: digunakan untuk menghidupkan ulang sistem/komputer
restart
fungsi: menjalankan ulang service yang sedang berjalan.
rm
fungsi: digunakan untuk menghapus file.
rmdir
fungsi: digunakan untuk menghapus direktori

shutdown
fungsi: sama seperti halt, digunakan untuk mematikan sistem

start
fungsi: digunakan untuk menjalankan sebuah service.

stop
fungsi: digunakan untuk menghentikan sebuah service yang sedang berjalan

sudo
fungsi: menjalankan perintah sebagai root
tar
fungsi: digunakan untuk mengekstrak file dengan format *tar.gz *.tgz

touch
fungsi: digunakan untuk membuat file baru dalam keadaan kosong.

unzip
fungsi: digunakan untuk mengekstrak atau mengurai file yang dikompress dalam bentuk *.zip
who
fungsi: digunakan untuk melihat siapa saja yang sedang login

Perintah-Perintah Dasar Linux Debian


A. Perintah-perintah dasar GNU/Linux
Perintah-perintah (command) dasar di GNU/Linux di jalankan di suatu terminal shell yang
biasa disebut terminal atau console. Terminal atau console ini dikenal dengan istilah
command line interface (CLI) yang bisa diaktifkan dengan cara klik menu Applications -
Accessories - Terminal. Selain itu bisa juga dengan bekerja diconsole murni dengan
menakan kombinasi tombol ctrl+alt+F1 dimana F1 bisa diganti sampai F6. Untuk kembali
ke mode Grafical User Interface (GUI) tekan ctrl+alt+F7.
Berikut ini hanya beberapa command yang umum terdapat di setiap distribusi GNU/Linux
khususnya distribusi Ubuntu.
1. login
Fungsi : Untuk masuk ke dalam jaringan .
Keterangan : Setiap pemakai sah dari sistem UNIX mempunyai identifikasi pemakai
sendiri (ID).
2. password
Fungsi : Memasukkan kata sandi setelah login.
Keterangan : Untuk pemakai yang baru didaftar oleh SUPER USER maka user tidak
perlu memasukkan kata sandi. Untuk menjaga kerahasiaan, pengetikan
tombol password tidak ditampilkan di layar.
3. login
Fungsi : Untuk membuat atau mengubah kata sandi .
4. who
Fungsi : Untuk mengetahui daftar pemakai yang sedang aktif (login).
5. finger
Fungsi : Finger mempunyai kegunaan hampir sama dengan who, hanya saja
finger menyediakan informasi identitas user yang lebih lengkap dari ada
who.
6. logout
Fungsi : Untuk keluar dari sistem atau mengakhiri satu sesi login .
Keterangan : Bila pemakai akan mengakhiri penggunaan terminal sebaiknya
menjalankan perintah ini, agar hak akses pada log in-nya tidak
disalahgunakan oleh orang lain yang tidak berhak.
7. exit
Fungsi : Untuk keluar dari sistem .
Keterangan : Sama dengan perintah log out.
8. whoami
Fungsi : Untuk mengetahui user siapa yang digunakan sedang login di suatu
komputer/terminal.
Keterangan : Digunakan bila menemukan terminal yang belum logout atau exit dan
ingin mengetahui milik siapa terminal tersebut diaktifkan.
9. date
Fungsi : Menunjukkan atau mengatur tanggal.
10. cal
Fungsi : Mencetak kalender mulai tahun 0000 s/d 9999.
11. ls
Fungsi : Menampilkan daftar file dalam directori aktif.
Keterangan : Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai directori dan file.
Bentuk sederhana perintah ls akan menampilkan hanya nama file. Bentuk panjang ditandai dengan menggunakan option –l, yang akan
menampilkan nama-nama file beserta informasi untuk setiap file yang
ditampilkan.
Option-option yang disediakan :
-a  : Tampilkan semua file di directory termasuk isian.
-o : Tampilkan hanya nama directory
-g  : Cetak ID kelompok hanya untuk bentuk panjang
-I  : Cetak nomor untuk setiap pemakai
-l  : Tampilkan seluruh file secara lengkap
-o  : Cetak ID pemakai (bila pemakai –1)
-r  : Ubah urutan pengaturan nama file yang telah disusun
-t  : Atur nama file berdasarkan waktu modifikasi terakhir, tidak berdasarkan
nama
-o :  Atur nama file berdasarkan waktu akses terakhir.
Untuk option nama, bila “nama” merupakan sebuah directory, perintah itu mencetak
informasi yang diminta dengan pilihan (option) bagi semua file dalam directori. Bila
“nama” sebuah file, maka hanya informasi file bersangkutan yang dicetak.
12. chmod
Fungsi : Mengubah permission suatu direktori/file.
Format : chmod 777 nama_file
13. clear
Fungsi : Bersihkan layar, (sama dengan perintah CLS di DOS) .
Format : clear atau bisa juga tekan kombinasi tombol ctrl+D
14. cmp
Fungsi : Membandingkan file1 dan file2 serta laporkan perbedaannya.
Format : cmp file1 dan file2
Keterangan : Perintah ini tidak akan melaporkan apa-apa jika file tersebut identik
(sama persis).
15. cp
Fungsi : Menggandakan file1 menjadi file2.
Format :
$ cp file1 file2    mengcopy file1 ke file2  →
$ cp coba3 /home/syarif/nsmail   mengcopy file coba3 ke direktori lain →
Keterangan : Perintah cp akan meng-copy satu file ke file lain atau meng-copy satu file
atau lebih ke sebuah direktori.
16. rm
Fungsi : Menghapus file.
Format : rm nama-file.
atau
rm /path_file_berada
17. mv
Fungsi : Memindahkan letak suatu file atau bisa juga buat rename nama file.
Format :
$ mv file1 file2    Renama file1 menjadi file2  →
$ mv coba3 /home/syarif/nsmail   Memindahkan file coba3 ke direktori lain →
Keterangan : mv akan memindahkan satu file ke file lain atau memindahkan satu file
atau lebih, ke sebuah direktori.
18. cat
Fungsi : Menampilkan isi sebuah file (sama dengan perintah TYPE pada DOS). Cat
berfungsi untuk mencetak ke layar monitor isi dari sebuah file text. Jika
file dililihat menggunakan perintah ini bukan file text maka akan keluar
karakterkarakter aneh pada layar.. Untuk menghindari tercetaknya
karakter-karakter aneh tersebut dapat digunakan perintah cat –v.19. more
Fungsi : Menampilkan isi text file per layar.
Format : more nama-file
Keterangan : Dengan perintah ini isi file dapat ditampilkan perlayar sehingga dapat
diperiksa secara detail. Tekan spasi untuk melihat isi file di layar
berikutnya.
20. history
Fungsi : Menampilkan perintah-perintah yang telah digunakan sebelumnya.
Format : history
21. wc
Fungsi : Menghitung jumlah kata, jumlah baris dan jumlah karakter dalam suatu
file .
Format : wc nama-file
22. man
Fungsi : Singkatan dari manual yaitu untuk menampilkan halaman manual untuk
semua perintah UNIX. Perintah ini sangat bermanfaat bagi setiap
pemakai UNIX karena dapat membantu mengingat kembali perintah-
perintah UNIX.
Format : man nama-perintah
23. grep
Fungsi : Mencari isi suatu file di sembarang directori.
Format : grep –n ‘nama-file’ di-direktori
Keterangan : Perintah grep akan mencari suatu variable dalam suatu baris tertentu, di
dalam sembarang direktori pada semua file. Grep sangat berguna untuk
menemukan kata tertentu dalam beberapa dokumen atau mencari
adanya sebuah variable dalam sekelompok program.
Misalnya : grep –n ‘shutdown’ /etc/*.
24. mkdir
Fungsi : Membuat direktori.
Format : mkdir nama-direktori
~$ mkdir coba1 coba2 coba3 (membuat 3 direktori sekaligus)
Keterangan : Di DOS peritahnya adalah MD (make directory)
25. rmdir
Fungsi : Menghapus direktori yang kosong .
Format : rmdir nama-direktori
~$ rmdir coba1 coba2 coba3 (menghapus 3 direktori sekaligus)
Jika directori yang dihapus tidak ada maka akan ditampilkan pesan.
Keterangan : Di DOS peritahnya adalah RD (remove directory).
26. pwd
Fungsi : Menunjukkan direktori aktif.
Format : pwd
27. cd
Fungsi : Masuk kelokasi direktori tertentu.
Format : cd path-direktori
Contoh :
~$ cd /etc , maka akan pindah ke direktori etc
28. adduser
Fungsi : Menambahkan user baru disistem.
Format : adduser nama-user
29. ps
Fungsi : Digunakan untuk memonitoring informasi tentang proses yang aktif
dalam sistem UNIX.
Format : ps -aux30. kill
Fungsi : Digunakan untuk menghentikan proses yang sedang berjalan.
Format : kill id-proses
Keterangan : Id proses dapat dilihat pada kolom PID pada keluaran perintah ps -aux
diatas.
31. &
Fungsi : Menjalankan program di belakang layar (multitasking).
Format : & nama-program
32. bc
Fungsi : Perintah bc dapat digunakan sebagai calculator.
Keterangan : Fasilias ini tida ada pada versi UNIX standar.
33. pr
Fungsi : Mencetak isi file ke printer.
Format : pr nama-file > /dev/lp0
34. write pemakai [tty]
Fungsi : Mengirim pesan ke pemakai yang sedang login.
Keterangan : Write akan membuat hubungan dari keyboard ke layar pemakai yang
ditentukan. Apa saja yang diketikkan dari keyboard akan tampak di layar
penerima.
35. mesg [pilihan]
Fungsi : Menolak pesan dari pemakai lain.
Keterangan : Anda dapat juga menolak pesan yang dikirim dengan memakai perintah
write. Perintah ini tidak dapat menolak ijin bagi super user untuk
mengirim pesan.
36. mail [penerima]
Fungsi : Mengirimkan dan membaca pesan berupa surat.
Keterangan : Mail adalah sebuah program pengiriman elektronik yang mengirimkan
pesan ke user lain atau membaca pesan dari user lainnya.
37. wall
Fungsi : Pengiriman pesan oleh super user.
Keterangan : Bagi super user, sistem operasi UNIX menyediakan pengiriman pesan
keseluruhan pemakai yang sedang log in saat itu dan perintah ini hanya
dapat dilakukan oleh super user

Rabu, 17 Februari 2016

Cara Installs dan Menggunakan Remote Dekstop

 Cara Installs dan Menggunakan Remote Dekstop

         Remote Desktop adalah salah satu fitur yang terdapat di dalam sistem operasi Windows, yaitu dimulai dari Windows XP, Windows Server 2003, Windows Vista, dan Windows Server 2008, sampai Windows 7 dan 8 yang mengijinkan penggunanya untuk terkoneksi ke sebuah mesin komputer.Namun memiliki kelebihan dan kekurangan seperti :
A.   Kelebihan Remote desktop antara lain :
-        Sudah Tersedia di Windows tanpa perlu mendownloadsnya.
-        Bisa mengendalikan PC yang jauh asalkan terkoneksi dengan jaringan yang sama
-        Bisa memeriksa PC PC lain tanpa harus mendatanginya hanya perlu 1 PC saja.


B.   Kekurangan Remote desktop antara lain :
             PC yang akan diremote otomatis akan Log Off
            Untuk Remote ke PC lain memerlukan Password untuk memasukinya
            Mudah diketahui oleh pengguna PC yang sedang diremote oleh admin .

Sehingga perbedaan teamviewer dengan remote desktop adalah hanya koneksi saja teamviewer terkoneksi via internet namun remote desktop hanya vie kabel LAN. 

1.       Pertama anda buka  Windows Explorer atau dengan menggunakan kombinasi keyboard yaitu dengan menekan (Logo Windows + E).
    Selanjutnya anda Klik Kanan di “Computer” dan pilih “Properties”. Jika kurang paham anda bisa lihat gambar  dibawah ini  :

2.       Selanjutnya anda Klik Tab Remote. Kemudian di  bagian Remote Destop .  jangan lupa anda centang pada tulisan “Allow users to connect remotely to this computer”. Jika sudah di centang anda Klik Apply lalu Klik OK.



3.       Settingan yang tertera di gambar di atas berlaku di semua komputer atau laptop yang akan di lakukan remote (host/clientnya). Jika anda ingin melakukan remote (host/client) anda harus mengetahui hostname/ip komputer berserta user name komputer tersebut (Lokal) , oh ya kompute atau laptop client juga anda harus beri pasword.



4.       Jika anda sudah melakukan di atas, sekarang waktunya anda  remote desktop.
Caranya dengan membuka menu Start > All Programs > Accessories >CommunicationsRemote Desktop Connection. Atau denga membuka  Run.

5.       Pada gambar diatas anda di harus untuk mengisi alamat ip komputer yang akan anda remote (client), username dan password. Kita contoh di atas yaitu “RadenNini-pc” yang merupakan hostname dan “radennini-pc” merupakan username dari komputer client yang akan di remote. Jika anda sudah setting dengan benar selanjutnya anda Klik Connect.
6.       Finish jadilah seperti ini.



Menginstal dan Menggunakan Time Viewer

Cara Menginstal dan Menggunakan Time Viewer

1. Langkah awal, buka file instalan Time Viewer. Akan muncul tampilan seperti ini:
    Disini saya memilih (Basic Instalation) dan (Personal) .


2. Akan muncul pilihan (Yes/No), silahkan klik Yes untuk install dan munculah prosess Install seperti ini, tunggu beberapa saat:


3. Jika sudah selesai install akan muncul tampilan seperti ini, Oiya. Pastikan anda ada koneksi ke internet agar bisa digunakan. Untuk ID dan Password akan muncul dengan sendirinya jika anda terkoneksi ke internet.


 4. Jika ingin terkoneksi ke PC orang lain kita harus memasukan ID orang tersebut. Disini saya mencoba konek ke teman saya, Pastikan teman anda juga terkoneksi ke Internet.


 5. Team Viewer akan meminta Password, silahkan isi password dari PC teman anda. (Password yang ada di desktop Time Viewer teman anda:


6. Jika sudah selesai akan muncul tampilan Desktop PC teman anda, dan anda bisa mengoprasikan PC teman anda melalui PC anda:


Senin, 04 Januari 2016

Cara Membuat script PHP dan cara penulisanya


Bagi pemula termasuk saya, pada saat pertama kali belajar PHP merasa bingung dalam memulai menulis script PHP. Bagaimana penulisannya dan sebagainya. Oleh karena itu saya menulis artikel PHP dasar ini agar pemula dapat belajar dan tidak mengalami kebingungan seperti saya 6 tahun yang lalu.
Berikut ini adalah step by step belajar PHP dasar dimulai dari penulisan script PHP, mengenal variabel, tipe data dan konstanta. Silahkan Anda pahami dan praktekan agar memudahkan Anda dalam melangkah ketahapan selanjutnya.

Memahami Penulisan Script PHP

  1. Penamaan file PHP berekstensi .php, misalnya index.php, latihan.php dan seterusnya. Aturan nama file disesuaikan dengan sistem operasi tempat Anda menyimpan file PHP tersebut, misalnya panjang karakter nama file, karakter yang diperbolehkan dan sebagainya. Usahakan untuk penamaan file disesuaikan dengan kegunaan script PHP yang berada didalamnya, misalnya Anda membuat script koneksi ke database Anda beri nama koneksi.php. Hal ini tentunya akan mempermudah Anda dalam bekerja baik sendiri atau team.
  2. Script PHP diawali dengan tag “<?php” dan diakhiri dengan tag “?>”
  3. Setiap script php diakhiri dengan tanda semicolon “;”
  4. Script PHP berada didalam HTML
  5. Didalam script PHP dapat berisi tag HTML
  6. Penulisan komentar dalam PHP. Komentar berfungsi sebagai dokumentasi kecil didalam file PHP.  Dengan komentar Anda dapat memberi catatan terhadap fungsi dari sebagian script yang Anda buat dan komentar tidak akan dieksekusi. Ada 3 macam cara penulisan komentar yaitu, /* komentar */, //komentar dan #komentar. Pilih /* komentar */ jika Anda ingin membuat komentar lebih dari satu baris.
belajar php dasar
Belajar PHP Dasar

Mengenal Variabel PHP

Variabel adalah tempat atau wadah untuk menyimpan suatu nilai selama program berjalan didalam memori komputer atau bersifat sementara. Variabel dalam PHP diawali tanda “$” dan nama variabel case-sensitive dalam artian huruf kecil dan kapital berbeda contohnya $nama dengan $Nama. Berikut aturan penamaan variabel:
  1. Harus diawali dengan alphabet atau underscore ( _ ) “$_nama” atau “$nama”
  2. Tidak boleh mengandung karakter khusus seperti (*,&,#,@,!, dan lainnya)
  3. Tidak boleh diawali dengan angka “$4a”
Contoh nama variabel yang benar:
  • $nama
  • $_nama
  • $nama2
  • $nama_lengkap
Contoh nama variabel yang salah:
  • $2nama
  • $nama lengkap
  • $n@ma

Ada 2 tipe variabel didalam PHP, yaitu:
  1. Variabel by Value adalah variabel yang berisi nilai dari variabel lain (asal), dimana nilai tersebut sifatnya dicopy, dalam artian ketika terjadi perubahan di variabel asal tidak akan mempengaruhi variabel tujuan.
  2. Variabel by Reference adalah variabel yang berisi nilai dari variabel lain (asal), dimana nilai tersebut sifatnya reference, dalam artian ketika terjadi perubahan di variabel asal akan mempengaruhi variabel tujuan dan sebaliknya.
Contoh variabel by value: 
<?php
  
  $nama = "Yulia Safitrah";
  $_nama = $nama;

  echo "$nama: " . $nama . "<br />";
  echo "$_nama: " . $_nama . "<br /><br />";

  $nama = "Haniif"; //nilai variabel $nama dirubah

  echo "$nama: " . $nama . "<br />";
  echo "$_nama: " . $_nama . "<br />";

?>

Contoh variabel by reference: 
<?php

  $nama = "Yulia Safitrah";
  $_nama = &$nama; //sebelum variabel $nama ditambahkan &

  echo "$nama: " . $nama . "<br />";
  echo "$_nama: " . $_nama . "<br /><br />";

  $nama = "Haniif"; //nilai variabel $nama dirubah

  echo "$nama: " . $nama . "<br />";
  echo "$_nama: " . $_nama . "<br /><br />";

  $_nama = "Vino G Bastian"; //nilai variabel $_nama dirubah

  echo "$nama: " . $nama . "<br />";
  echo "$_nama: " . $_nama . "<br /><br />";

?>


Mengenal Tipe Data PHP

Berikut adalah 8 tipe data yang didukung oleh PHP:
  1. Boolean
  2. Integer
  3. Float (Double)
  4. String atau Text
  5. Array
  6. Object
  7. Null
  8. Resource

Mengenal Konstanta

Konstanta merupakan kebalikan dari variabel, nilai dari konstanta tidak dapat dirubah selama proses pengeksekusian berlangsung. Aturan penamaan konstanta sama dengan variabel. Dalam mendefinisikan konstanta menggunakan kata kunci “define”. Saya analogikan dengan contoh menghitung sebuah luas lingkaran dengan nilai jari-jari 10cm.

<?php
  define("PHI", 3.14);
  $jari = 10;
  $luas = PHI * $jari * $jari;
  echo "Luas Lingkaran  =  " . $luas . "cm";
?>
Bagaimana mudah bukan belajar PHP dasar?
Sumber: http://www.belajarphplengkap.com/2014/12/belajar-php-dasar.html#